Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Sambut Natal, Presiden Duterte Minta Abu Sayyaf Berlibur

Tugas Kontingen Garuda Unifil 2016 di Lebanon Berakhir

Dunia, Jakarta - Satuan Tugas Kontingen Garuda 2016 telah mengakhiri tugasnya dalam menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil).

Misi tersebut merupakan organisasi yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk misi perdamaian di Lebanon. Misi ini diakhiri dengan pelaksanaan serah terima tugas dan tanggung jawab kendali operasi Komandan Kontingen Garuda TNI di Lebanon.

Force Commander Mayor Jenderal Michael Beary asal Irlandia menyerahkan jabatan dari Kolonel Jala Argananto kepada Kolonel Infanteri Surya Wibawa.

Sementara, komandan upacara dipimpin oleh Kepala seksi pengamanan dan operasi (Kasipamops) Satgas FHQSU Mayor Arm Indra Andriansyah. Upacara serah terima jabatan itu digelar secara militer di Rubb Hall, Lebanon Selatan, Sabtu, 17 Desember 2016.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satuan Tugas Kontingen Garuda Unifil yang telah menunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan loyalitas selama menjalankan misi menjaga keamanan PBB khususnya di Lebanon Selatan,” ujar Beary dalam sambutan yang dikutip dari siaran pers Puspen Mabes TNI.

Dalam upacara turut hadir Duta Besar RI untuk Lebanon, Yordania, dan Suriah. Selai itu, upacara juga dihadiri Chief Of Staf Maritime Task Force (COS MTF) atau Kepala Staf Gugus tugas Maritim Unifil, Komandan Kapal Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo, para Komandan Sektor, Deputi Force Commander Unifil, Pejabat teras Unifil, hingga petinggi militer Lebanon.

Dalam kegiatan tersebut penandatanganan serah terima memorandum dilaksanakan di hadapan Michael Beary. Adapun Kontingen Garuda TNI dalam misi Unifil pimpinan Jala Argananto ini telah bertugas sejak 12 Desember 2015 lalu. Hari ini, tugasnya berakhir melalui upacara Transfer Of Authority (TOA).

Melalui upacara tersebut maka Surya Wibawa resmi menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda TNI Unifil sekaligus sebagai Komandan FHQSU(Force Headquarter Support Unit).

Serah terima jabatan itu diikuti pula begitu pula dengan seluruh Dansatgas yang tergabung dalam Kontingen Garuda Unifi. Di antaranya Dansatgas Batalyon Mekanis (Yonmek), Force Protection Company (FPC), Military Police Unit (MPU), CIMIC Unit, Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Hospital Level II.

Sementara itu, dalam sambutannya Jala Argananto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positifnya selama ini. “Terima kasih atas kontribusinya sehingga kami bisa mengemban misi Unifil hingga di akhir penghujung penugasan,” kata Jala.

LARISSA HUDA

Tugas Kontingen Garuda Unifil 2016 di Lebanon Berakhir

Dunia, Jakarta - Satuan Tugas Kontingen Garuda 2016 telah mengakhiri tugasnya dalam menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil).

Misi tersebut merupakan organisasi yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk misi perdamaian di Lebanon. Misi ini diakhiri dengan pelaksanaan serah terima tugas dan tanggung jawab kendali operasi Komandan Kontingen Garuda TNI di Lebanon.

Force Commander Mayor Jenderal Michael Beary asal Irlandia menyerahkan jabatan dari Kolonel Jala Argananto kepada Kolonel Infanteri Surya Wibawa.

Sementara, komandan upacara dipimpin oleh Kepala seksi pengamanan dan operasi (Kasipamops) Satgas FHQSU Mayor Arm Indra Andriansyah. Upacara serah terima jabatan itu digelar secara militer di Rubb Hall, Lebanon Selatan, Sabtu, 17 Desember 2016.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satuan Tugas Kontingen Garuda Unifil yang telah menunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan loyalitas selama menjalankan misi menjaga keamanan PBB khususnya di Lebanon Selatan,” ujar Beary dalam sambutan yang dikutip dari siaran pers Puspen Mabes TNI.

Dalam upacara turut hadir Duta Besar RI untuk Lebanon, Yordania, dan Suriah. Selai itu, upacara juga dihadiri Chief Of Staf Maritime Task Force (COS MTF) atau Kepala Staf Gugus tugas Maritim Unifil, Komandan Kapal Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo, para Komandan Sektor, Deputi Force Commander Unifil, Pejabat teras Unifil, hingga petinggi militer Lebanon.

Dalam kegiatan tersebut penandatanganan serah terima memorandum dilaksanakan di hadapan Michael Beary. Adapun Kontingen Garuda TNI dalam misi Unifil pimpinan Jala Argananto ini telah bertugas sejak 12 Desember 2015 lalu. Hari ini, tugasnya berakhir melalui upacara Transfer Of Authority (TOA).

Melalui upacara tersebut maka Surya Wibawa resmi menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda TNI Unifil sekaligus sebagai Komandan FHQSU(Force Headquarter Support Unit).

Serah terima jabatan itu diikuti pula begitu pula dengan seluruh Dansatgas yang tergabung dalam Kontingen Garuda Unifi. Di antaranya Dansatgas Batalyon Mekanis (Yonmek), Force Protection Company (FPC), Military Police Unit (MPU), CIMIC Unit, Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Hospital Level II.

Sementara itu, dalam sambutannya Jala Argananto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positifnya selama ini. “Terima kasih atas kontribusinya sehingga kami bisa mengemban misi Unifil hingga di akhir penghujung penugasan,” kata Jala.

LARISSA HUDA

Tugas Kontingen Garuda Unifil 2016 di Lebanon Berakhir

Dunia, Jakarta - Satuan Tugas Kontingen Garuda 2016 telah mengakhiri tugasnya dalam menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil).

Misi tersebut merupakan organisasi yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk misi perdamaian di Lebanon. Misi ini diakhiri dengan pelaksanaan serah terima tugas dan tanggung jawab kendali operasi Komandan Kontingen Garuda TNI di Lebanon.

Force Commander Mayor Jenderal Michael Beary asal Irlandia menyerahkan jabatan dari Kolonel Jala Argananto kepada Kolonel Infanteri Surya Wibawa.

Sementara, komandan upacara dipimpin oleh Kepala seksi pengamanan dan operasi (Kasipamops) Satgas FHQSU Mayor Arm Indra Andriansyah. Upacara serah terima jabatan itu digelar secara militer di Rubb Hall, Lebanon Selatan, Sabtu, 17 Desember 2016.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satuan Tugas Kontingen Garuda Unifil yang telah menunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan loyalitas selama menjalankan misi menjaga keamanan PBB khususnya di Lebanon Selatan,” ujar Beary dalam sambutan yang dikutip dari siaran pers Puspen Mabes TNI.

Dalam upacara turut hadir Duta Besar RI untuk Lebanon, Yordania, dan Suriah. Selai itu, upacara juga dihadiri Chief Of Staf Maritime Task Force (COS MTF) atau Kepala Staf Gugus tugas Maritim Unifil, Komandan Kapal Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo, para Komandan Sektor, Deputi Force Commander Unifil, Pejabat teras Unifil, hingga petinggi militer Lebanon.

Dalam kegiatan tersebut penandatanganan serah terima memorandum dilaksanakan di hadapan Michael Beary. Adapun Kontingen Garuda TNI dalam misi Unifil pimpinan Jala Argananto ini telah bertugas sejak 12 Desember 2015 lalu. Hari ini, tugasnya berakhir melalui upacara Transfer Of Authority (TOA).

Melalui upacara tersebut maka Surya Wibawa resmi menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda TNI Unifil sekaligus sebagai Komandan FHQSU(Force Headquarter Support Unit).

Serah terima jabatan itu diikuti pula begitu pula dengan seluruh Dansatgas yang tergabung dalam Kontingen Garuda Unifi. Di antaranya Dansatgas Batalyon Mekanis (Yonmek), Force Protection Company (FPC), Military Police Unit (MPU), CIMIC Unit, Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Hospital Level II.

Sementara itu, dalam sambutannya Jala Argananto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positifnya selama ini. “Terima kasih atas kontribusinya sehingga kami bisa mengemban misi Unifil hingga di akhir penghujung penugasan,” kata Jala.

LARISSA HUDA

Atas Usulan Indonesia, Menlu ASEAN Bertemu Bahas Rohingya

Dunia, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi bertolak ke Yangon, Myanmar, Minggu, 18 Desember 2016. Retno akan menghadiri pertemuan ASEAN Retreat yang membahas perkembangan di Rakhine State, pada Senin, 19 Desember 2016.

Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN tersebut merupakan usulan Indonesia yang ditanggapi secara positif oleh Myanmar. Ide itu dibahas Menlu Indonesia dalam pertemuan di Nay Pyi Taw pada 6 Desember 2016.

Dalam pertemuan pejabat senior ASEAN, pejabat Myanmar secara spesifik menyampaikan bahwa retreat Menlu ASEAN dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan Menteri Retno dengan Penasehat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Meski utamanya akan mendiskusikan perkembangan situasi di Rakhine State. Namun menurut Retno, isu Rohingya juga akan dibahas.

“Pertemuan Menlu ASEAN akan membahas situasi di Rakhine State, dengan format retreat diharapkan pertemuan akan dapat dilakukan secara terbuka,” kata Menlu Retno saat dihubungi Tempo lewat Whatsapp, Minggu, 18 Desember 2016.

“Pertemuan ini merupakan suatu langkah baik, yang memberikan kesempatan ASEAN, sebagai suatu keluarga besar, membahas secara konstruktif situasi di Rakhine State,” tambah dia.

Pada pertemuan ASEAN Retreat tersebut, Indonesia akan menekankan pentingnya untuk
memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine State.

Indonesia juga akan terus mendorong agar penghormatan dan perlindungan terhadap HAM bagi semua masyarakat di Rakhine State, termasuk minoritas Muslim, untuk terus ditegakkan.

Selain itu Indonesia akan mengusulkan agar kiranya akses kemanusiaan terus diperluas, termasuk akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan dari ASEAN.

“ASEAN memiliki kemampuan untuk dapat membantu sesama anggota keluarga yang sedang menghadapi tantangan. Indonesia mengharapkan negara-negara ASEAN dapat mendukung secara konkrit upaya Myanmar untuk membuat situasi di Rakhine State lebih stabil dan kondusif,” tutur Retno.

Kunjungan Menlu Retno ke Myanmar ini merupakan yang kedua dalam sebulan terakhir, yang bertujuan untuk membahas perkembangan situasi di Rakhine State, Myanmar.

Sebelumnya pada 6 Desember 2016, Menlu RI bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi di Naypyidaw, menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap situasi di Rakhine State.

Pertemuan itu juga membahas langkah yang dapat dilakukan Myanmar, termasuk membuka akses kemanusiaan dan mengajak negara-negara ASEAN mendukung pembangunan di Rakhine State yang inklusif.

NATALIA SANTI

Hadiri ASEAN Retreat di Myanmar, Menlu Bahas Nasib Rohingya

Dunia, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri acara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Retreat yang digelar di Yangoon, Myanmar. Dalam keterangan resminya, Retno menuturkan kegiatan tersebut merupakan undangan State Counselor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi kepada seluruh menteri luar negeri negara ASEAN dalam format retreat.

“Pertemuan ini merupakan suatu langkah baik untuk memberikan kesempatan ASEAN sebagai suatu keluarga besar membahas secara konstruktif situasi di Rakhine State,” ujar Menlu Retno, Ahad, 18 Desember 2016.

Retno menuturkan, dalam pertemuan tersebut Indonesia akan menekankan pentingnya untuk segera memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine. Daerah tersebut merupakan negara bagian di Myanmar barat yang selama ini menjadi 'rumah' bagi orang-orang Rohingya.

Selain itu, Retno mengatakan pemerintah Indonesia juga terus mendorong agar penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia bagi semua masyarakat di Rakhine. “Hak asasi minoritas Muslim harus terus ditegakan.”

Pemerintah Indonesia juga akan mengusulkan agar akses kemanusiaan bisa terus diperluas, termasuk akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan dari ASEAN. Menurut dia, ASEAN memiliki kemampuan untuk membantu sesama anggota yang sedang menghadapi masalah.

“Kami berharap negara-negara ASEAN dapat mendukung secara konkret upaya Myanmar untuk membuat situasi di Rakhine State lebih stabil dan kondusif”, kata Retno.

Kunjungan Retno ke Myanmar kali ini merupakan yang kedua kalinya untuk membahas perkembangan situasi di Rakhine. Sebelumnya pada November lalu, Retno juga sempat bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi di Naypyidaw. Dalam pertemuan itu, Retno membahas langkah yang dapat dilakukan Myanmar, termasuk membuka akses kemanusiaan dan dukungan pembangunan di Rakhine yang dinilai inklusif.

“Pertemuan ASEAN Retreat di Yangoon ini adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan kami dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi, bulan 6 November lalu,” kata Retno.

LARISSA HUDA

Kamis, 01 Desember 2016

867 Kasus Kebencian Agama Terjadi Sejak Trump Menang Pilpres

Pria Ini Habiskan Rp 1,9 M Demi Wajahnya Mirip Jack Ma

Dunia, Beijing- Seorang pria di Cina rela menghabiskan uang sekitar satu juta yuan (Rp 1,9 miliar) untuk menjalani operasi plastik semata-mata ingin terlihat seperti miliader terkemuka negara itu, Jack Ma.

Jack Ma, adalah pendiri perusahaan e-commerce terbesar dunia, Alibaba Group, yang terdaftar sebagai individu kedua paling kaya di Cina. Ia memiliki kekayaan diperkirakan bernilai US$ 27,1 miliar (Rp 367,4 triliun).

Baca:
DK PBB Larang Korea Utara Ekspor Batubara ke Cina
Kuba Berkabung, Dilarang Jual Minuman Beralkohol 9 Hari

Pengusaha muda bernama Huang Jin mengidolakan Jack Ma. Ia pun merelakan uangnya miliaran rupiah untuk menjalani operasi plastik di Korea agar mirip seperti idolanya itu.

Anak kelahiran Shenzen itu adalah siswa di Sekolah Tinggi Hupan di Hangzhou, sebuah lembaga swasta untuk generasi muda mempelajari ilmu bisnis yang didanai Jack Ma.

Keputusan Huang Jin mengoperasi wajahnya mengundang berbagai reaksi di kalangan pengguna situs media sosial di Cina. Ada yang menyebutnya gila. Namun ada pihak berpandangan positif dengan anggapan Huang Jin merupakan pengusaha sukses karena memiliki uang yang banyak untuk melakukan operasi plastik.

Berdasarkan laporan portal People s Daily, proses pengubahan muka Huang Jin belum ramppung karena tidak ada persamaan yang signifikan terlihat pada wajahnya jika dibandingkan dengan Jack Ma.
SHANGHAIIST|PEOPLE DAILY|YON DEMA

Pria Ini Habiskan Rp 1,9 M Demi Wajahnya Mirip Jack Ma

Dunia, Beijing- Seorang pria di Cina rela menghabiskan uang sekitar satu juta yuan (Rp 1,9 miliar) untuk menjalani operasi plastik semata-mata ingin terlihat seperti miliader terkemuka negara itu, Jack Ma.

Jack Ma, adalah pendiri perusahaan e-commerce terbesar dunia, Alibaba Group, yang terdaftar sebagai individu kedua paling kaya di Cina. Ia memiliki kekayaan diperkirakan bernilai US$ 27,1 miliar (Rp 367,4 triliun).

Baca:
DK PBB Larang Korea Utara Ekspor Batubara ke Cina
Kuba Berkabung, Dilarang Jual Minuman Beralkohol 9 Hari

Pengusaha muda bernama Huang Jin mengidolakan Jack Ma. Ia pun merelakan uangnya miliaran rupiah untuk menjalani operasi plastik di Korea agar mirip seperti idolanya itu.

Anak kelahiran Shenzen itu adalah siswa di Sekolah Tinggi Hupan di Hangzhou, sebuah lembaga swasta untuk generasi muda mempelajari ilmu bisnis yang didanai Jack Ma.

Keputusan Huang Jin mengoperasi wajahnya mengundang berbagai reaksi di kalangan pengguna situs media sosial di Cina. Ada yang menyebutnya gila. Namun ada pihak berpandangan positif dengan anggapan Huang Jin merupakan pengusaha sukses karena memiliki uang yang banyak untuk melakukan operasi plastik.

Berdasarkan laporan portal People s Daily, proses pengubahan muka Huang Jin belum ramppung karena tidak ada persamaan yang signifikan terlihat pada wajahnya jika dibandingkan dengan Jack Ma.
SHANGHAIIST|PEOPLE DAILY|YON DEMA

Unik, Cara India Bangkitkan Patriotisme

Bocah Kembar 3 Tahun Dinikahkan Orang Tuanya, Ini Alasannya

Dunia, Bangkok- Sepasang suami istri percaya anak kembarnya yang kini berusia 3 tahun sebagai reinkernasi sepasang kekasih yang tidak direstui hubungannya. Untuk menolak bala, bocah kembar itu dinikahkan dalam sebuah resepsi mewah.

Si kembar Teekatat menikahi adik kembarnya Tawisa Hiranmekawanit di rumah orang tua mereka di provinsi Ang Thong, Thailand tengah. Pasangan sedarah itu dinikahkan layaknya orang dewasa lengkap dengan mas kawin uang tunai senilai 22 ribu baht (Rp 8,3 juta) dan emas 23 karat seberat 30.5 gram.

Baca:
Kuba Berkabung, Dilarang Jual Minuman Beralkohol 9 Hari
Pesawat Chapecoense Jatuh Diduga karena Kehabisan Bahan Bakar

Dalam budaya Thailand, anak kembar berlawanan jenis diyakini sebagai sepasang kekasih dalam kehidupan masa lalu yang hubungannya tidak direstui. Mereka kemudian dilahirkan bersama sebagai anak kembar karena doa mereka yang dijawab oleh Tuhan.

Pernikahan yang diadakan hanya formalitas saja guna menghindari kesialan bagi anak kembar tersebut, yang diyakini akan meninggal dalam usia muda jika tidak dilaksanakan. Seremonial adat tersebut dibuat sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan.

''Sebagai orang tua kita harus memberikan pernikahan untuk membiarkan para Dewa tahu bahwa si kembar saling mencintai dan akan bersama selamanya. Ini adalah kepercayaan kuno untuk menunjukkan bahwa mereka sedang jatuh cinta dan tidak pernah akan terpisahkan," kata Sasi Hiranmekawanit, ibu dari kembar lucu tersebut.

Pernikahan kembar ini adalah yang kedua dalam November ini. Sebelumnya di provinsi Nakhonsawan upacara serupa juga telah dilangsungkan. Meski hanya dinikahkan secara adat dan tidak ke catatan sipil, namun Petai dan Pailin memiliki sesi pemotretan pernikahan dengan pose lucu yang tersebar luas di dunia maya.
MIRROR|YON DEMA

Kongres Kolombia Setuju Berdamai dengan Pemberontak  

Dunia Bogota